Tampilkan postingan dengan label elektro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label elektro. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 November 2012

CARA KALIBARSI DAN MENGUKUR OSILISKOP

*LANGKAH-LANGKAH AWAL PENGOPERASIAN OSILOSKOP
  • sambungkan kabel saluran listrik AC ke stop kontak
  • kemudian tekan tombol ON-OFF pada posisi ON.
  • kira-kira pada 20 detik kemudian satu jalur garis akan tergambar pada layar CRT.
  • jika garis ini belum terlihat, putar tombol INTENSITY untuk memperjelas jalur garis
  • atur ulang posisi vertikal dan horizontal sesuai dengan kebutuhan
  • sambungkan probe ke input channel A atau channel B sesuai keinginan
  • sambungkan probes ke terminal CAL untuk memperoleh kalibrasi 2Vp-p
  • putar vertical attenuator ,saklar VOLTS/DIV pada posisi 10 mV
  • putar tombol VARIABLE searah jarum jam
  • putar TRIGGERING SOURCE ke CH-A atau CH-B
  • gelombang persegi empat(square-wave) akan terlihat dilayar
  • jika tampilan gelombang belum sempurna, atur TRIMMER yang ada pada probe sehingga bentuk gelombang terlihat nyata.
  •  pindah kan probe dari terminal CAL 2Vp-p. 
  • osiloskop sudah dapat digunakan  

MENENTUKAN AMPLITUDO PADA OSILOSKOP
  1. tentukan tinggi gelombang pada osiloskop yaitu dari bawah sampai ke atas. 
  2. selanjut nya atur VOLTS/DIV misalnya pada 10mV
  3. AMPLITUDO=amplitudo pada osiloskop*VOLTS/DIV
 MENENTUKAN  PERIODE PADA OSILOSKOP
  1. tentukan satu lembah satu bukit untuk mendapatkan periode pada osiloskop
  2. selanjutnya atur SWEEPTIME/DIV agar mudah kalian gelombang tersebut
  3. PERIODE=periode pada osiloskop*SWEEPTIME/DIV
MENENTUKAN FREKUENSI
  1. setelah dapat menentukan PERIODE .
  2. langkah selanjutnya kita dapat menghitung FREKUENSI
  3. FREKUENSI= 1 per PERIODE atau 1/T

Selasa, 30 Oktober 2012

sinyal-sinyal televisi

  sinyal-sinyal atau gelombang televisi yang dipancarkan ke udara terdiri dari beberapa macam sinyal yang lebih komplek, karena sinyal-sinyal yang dibawa oleh gelombang pembawa terdiri dari sinyal-sinyal gambar, sinyal suara dan beberapa sinyal lainnya yang dibutuhkan oleh bagian gambar.
  untuk televisi hitam putih gelombang pembawa ada dua macam, yaitu gelombang pembawa gambar dan gelombang pembawa suara .gelombang pembawa suara menggunakan sistem F-M (frekuensi modulasi), sedangkan untuk pembawa sinyal gambar menggunakan sistem A-M (amplitudo modulasi).
  didalam gelombang pembawa gambar terdapat sinyal informasi gambar, sinyal sinkronisasi dan sinyal blanking. sinyal sinkronisasi untuk menyamakan waktu sinyal scanning pada pemancar dan penerima sehingga pada televisi penerima diperoleh gambar yang keliatan diam , tidak berjalan naik-turun atau kesamping.
  sd

scanning pada televisi

   scanning adalah proses mengikuti uraian atau tata-urutan elemen-elemen dari gambar langkah demi selangkah dari kiri ke kanan dan menurun dari atas ke bawah. scanning ini dikerjakan seperti proses membaca tulisan pada satu halaman penuh dalam buku ,yang dimulai dari ujung kiri atas meunju kekanan dengan lambat untuk tiap garis, dan dari atas menurun kebawah. selanjutnya scaning semacam ini di sebut "scanning mendatar-linier."
  urutan kerja scanning dalam televisi untuk semua elemen-elemen gambar sebagai berikut:
  1. sinar elektron yang keluar dari katoda tabung kamera atau tabung gambar ke permukaan layar tabung-tabung tersebut diatur jalannya mulai dari titik sudut kiri atas dan diarahkan kekanan melintasi semua elemen-elemen gambar dalam satu garis horizontal (mendatar). dalam hal ini dikatakan bahwa elektron -elektron "men-sweep" elemen-elemen gambar gambar padalayar tabung ke arah horizontal.
  2. pada saat sinar elektron sampai di tepi kanan layar tabung ,segera ia kembalikan dengan cepat ke ujung kiri akan tetapi sedikit dibawah titik semula , untuk memulai membuat garis mendatar berikutnya. pada saat kembali kekiri tidak ada informasi gambar atau elemen-elemen gambar yang disweep. gerakan sinar elektron dari kiri kekanan dinamakan langkah laju atau "trace", sedangkan langkah balik atau "retrace".

Pengertian televisi dan sejarah nya

   pada dasarnya arti televisi ialah "melihat dari jauh" dalam kenyataannya pemancar televisi digunakan untuk merubah dan memancarkan sinyal-sinyal gambar atau pemandangan bersama-sama dengan sinyal suara yang bersangkutan, sehingga sinyal-sinyal itu dapat ditangkap oleh televisi penerima dari jarak yang jauh.   dalam tahun 1926 John L. Baird mengadakan percobaan pemancar televisi yang pertama, kemudian dalam tahun 1927 disusul oleh perusahaan telepon Bell. selanjutnya pada awal tahun 1928 E.F Alexanderson telah mengadakan percobaan dan demontrasi pemancar televisi ukuran 3 inci persegi. dalam tahun 1939 pesawat televisi penerima elektronika sudah mulai terdapat dalam perdagangan di amerika serikat (U.S.A.) dengan menggunakan sistem 441 garis-garis. dalam tahun 1941, oleh komisi perhubungan federal amerika serikat telah diadakan  ketetapan gambar televisi dengan sistem 525 garis-garis.   antara tahun 1951 dan 1954 dibuka kanal (saluran) televisi yang baru, yaitu kanal UHF (Ultra High Frequency), dan juga telah ditemukannya televisi berwarna.